20 January 2009 ~ 0 Comments

The 2nd President

oleh Dea Rokhmatun Iradewa

H. M. Soeharto adalah Presiden kedua Republik Indonesia. Beliau lahir di Kemusuk, Yogyakarta, tanggal 8 Juni 1921. Bapaknya bernama Kertosudiro seorang petani yang juga sebagai pembantu lurah dalam pengairan sawah desa, sedangkan ibunya bernama Sukirah.

Soeharto masuk sekolah tatkala berusia delapan tahun, tetapi sering pindah. Semula disekolahkan di Sekolah Desa (SD) Puluhan, Godean. Lalu pindah ke SD Pedes, lantaran ibunya dan suaminya, Pak Pramono pindah rumah, ke Kemusuk Kidul. Namun, Pak Kertosudiro lantas memindahkannya ke Wuryantoro. Soeharto dititipkan di rumah adik perempuannya yang menikah dengan Prawirowihardjo, seorang mantri tani.

Sampai akhirnya terpilih menjadi prajurit teladan di Sekolah Bintara, Gombong, Jawa Tengah pada tahun 1941. Beliau resmi menjadi anggota TNI pada 5 Oktober 1945. Pada tahun 1947, Soeharto menikah dengan Siti Hartinah seorang anak pegawai Mangkunegaran.

Perkawinan Letkol Soeharto dan Siti Hartinah dilangsungkan tanggal 26 Desember 1947 di Solo. Waktu itu usia Soeharto 26 tahun dan Hartinah 24 tahun. Mereka dikaruniai enam putra dan putri; Siti Hardiyanti Hastuti, Sigit Harjojudanto, Bambang Trihatmodjo, Siti Hediati Herijadi, Hutomo Mandala Putra dan Siti Hutami Endang Adiningsih.

Jenderal Besar H.M. Soeharto telah menapaki perjalanan panjang di dalam karir militer dan politiknya. Di kemiliteran, Pak Harto memulainya dari pangkat sersan tentara KNIL, kemudian komandan PETA, komandan resimen dengan pangkat Mayor dan komandan batalyon berpangkat Letnan Kolonel.

Pada tahun 1949, dia berhasil memimpin pasukannya merebut kembali kota Yogyakarta dari tangan penjajah Belanda saat itu. Beliau juga pernah menjadi Pengawal Panglima Besar Sudirman. Selain itu juga pernah menjadi Panglima Mandala (pembebasan Irian Barat).

Tanggal 1 Oktober 1965, meletus G-30-S/PKI. Soeharto mengambil alih pimpinan Angkatan Darat. Selain dikukuhkan sebagai Pangad, Jenderal Soeharto ditunjuk sebagai Pangkopkamtib oleh Presiden Soekarno. Bulan Maret 1966, Jenderal Soeharto menerima Surat Perintah 11 Maret dari Presiden Soekarno. Tugasnya, mengembalikan keamanan dan ketertiban serta mengamankan ajaran-ajaran Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno.

Karena situasi politik yang memburuk setelah meletusnya G-30-S/PKI, Sidang Istimewa MPRS, Maret 1967, menunjuk Pak Harto sebagai Pejabat Presiden, dikukuhkan selaku Presiden RI Kedua, Maret 1968. Pak Harto memerintah lebih dari tiga dasa warsa lewat enam kali Pemilu, sampai ia mengundurkan diri, 21 Mei 1998.

Saya sendiri menganggap kalau pak Harto adalah tokoh paling kontroversial di Indonesia. Tapi yang paling disayangkan adalah banyaknya orang-orang bodoh dan munafik yang hanya memandang pak harto dari sisi negatifnya saja. Padahal beliau sangat berjasa bagi negara kita. Saya yakin kalau oran-orang itu cuma bisa ngomong (without action). Termasuk politikus dan mahasiswa yang cuma bisa menyalahkan tanpa memberi solusi. Tambah-tambah, banyak orang yang ikut mencela padahal dirinya sendiri lebih tercela. Emang kalian dah memberikan apa buat negara?? (inilah Indonesia)

Tolong, jangan hanya menilai orang dengan hitam atau putih, karena tak ada manusia yang sempurna.
Soeharto tetaplah manusia biasa yang punya kekurangan. Beliau punya kesalahan yang harus dipertanggungjawabkan, tetapi juga punya jasa yang patut diharga.

Silahkan menuntut kesalahannya, tapi jangan meniadakan jasanya.

He’s better than U, that only speak without action.
Semoga dosamu diampuni dan amal baikmu dibalas dengan berlipat. Amin

dari : derokh.blogspot.com

Dea R Iradewa

Related posts :

  1. Recep Tayyip Erdogan , moderat yang bersih
  2. CERITA DARI MUMAS (BAG I)


Leave a Reply

Selamat Datang Pengguna Twitter. Mohon Untuk Menshare Post di Twitter Anda
 
★Rooh.it
Ctrl+Shift+B to show Bookmarks Bar.

Drag to Bookmarks Bar

to get your own highlighter

Close